Bijaksana dalam Memilih Jalan Hidup
![]() |
| foto by : jalan2kejepang.com |
Oleh : Nuraini, Beswan ScholarsBazma Pertamina, Majelis Musyawarah Mahasiswa, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, TAFT COMMUNITY
“Kau harus mendayung perahumu sendiri” begitulah
peribahasa Amerika berkata..
Berikut ini merupakan tulisan yang saya buatkan resumenya
dari salah satu sub bab buku favorit saya, “Satu Tiket ke Surga” karya Zabrina
A Bakar, yang saya tuang kembali dengan gaya bahasa sendiri.
Jika aku berkenalan dengan seseorang ( yaitu diriku sendiri )
yang memiliki karakteristik, tingkah laku, dan sikap seperti ini, bersediakah
aku menikahinya ?
Bersediakah aku berteman denganku ?
Bersediakah aku mempercayaiku ?
Maukah aku mencintaiku ?
Maukah aku menjadi ataskanku ?
Bersediakah aku punya anak seperti aku ?
................... baik saya akan sederhanakan bahasanya .
Bersediakah aku menerima diriku sebagai teman ?
Maukah aku mempercayai orang seperti diriku ?
Maukah aku mencintai orang yang sama persis seperti diriku ?
Inginkah aku bekerja dengan orang seperti aku ?
................. APA JAWABANNYA ?
Yap. Semua pertanyaan ini hanya satu jawabannya, dan kita
harus memikirkannya sendiri. Tidak ada contekan yang tersedia, kunci jawabannya
ada pada diri kita pribadi.
Sebagaimana Allah SWT telah mengajari kita pentingnya
bertanggung jawab atas segala tindakan kita sendiri dalam qur’an surat
Al-Muddatsir ayat 37 dan 38, yang artinya : “Bagi
siapa diantara kamu yang hendak mendahului atau tinggal dibelakang saja, setiap
orang bertanggung jawab atas perbuatannya”
............ LALU apa yang harus kita lakukan ?
BERUBAH !
Ingat, suatu hari kelak nama kita dipanggil didepan seluruh
umat manusia. Semuanya. Mulai dari Adam a.s sampai manusia terakhir. Semuanya tertuju
pada kita. Lalu, seluruh kesalahan kita dibeberkan dan ditunjukkan ke semua
orang.
Memalukan bukan ?
Maka kita harus menghindarinya dengan cara BERUBAH dan
MENGUBAH SEMUA YANG TIDAK BAIK DALAM DIRI KITA. Sedikit Demi Sedikit !
Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa
diantara kalian, melihat suatu kemungkaran, hendaklah ia membetulkan dengan
tangannya. Dan jika ia tidak punya cukup kekuatan, hendaklah ia membetulkannya
dengan lidah. Dan apabila ia tidak mampu juga, hendaklah menentang kemungkaran
itu dengan hatinya. Dan itulah selemah-emahnya iman.” [H.R Muslim]
Seringkali kita mengandalkan hadist ini untuk orang lain. Padahal
hadist ini seharusnya berlaku untuk diri
sendiri. Ya, hadist ini berlaku untuk diri sendiri !
Mari wahai diri, berdamailah untuk mengubah semua yang tidak
baik dalam diri ini, dengan mengubah segala tindakan menjadi perilaku yang
baru, konsisten dengan yang Allah inginkan J
Sebagaimana firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nikmat yang telah dilimpahkan
Nya pada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah keadaanya sendiri. Dan Allah maha
mendengar, maha mengetahui.” [ q.s. Al-Anfal : 53 ]
Jika kita benar-benar bertaubat kepadaNya. Ia, Allah akan
sesuai dengan janjinya. Yaitu memberikan kita suatu kejayaan. “Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
wahai orang-orang beriman. Supaya kamu BERJAYA” [q.s. An-Nur : 31]
#silahkan tinggalkan jejak, terimakasih :-)

Penuh dengan inspirasi dan motivasi...
BalasHapus