Oleh : Nuraini, Beswan ScholarsBazma Pertamina, Majelis Musyawarah Mahasiswa, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, TAFT COMMUNITY
“Ramadhan” kedatangannya harus kita sambut dengan ucapan “Marhaban yaa Ramadhan”
Marhaban memiliki arti luas atau lapang. Itu berarti hati,
jiwa, dada seorang muslim akan diluaskan dan dilapangkan agar ramadhan masuk ke
dalam jiwanya dengan leluasa.
Setidaknya ada empat bentuk pengendalian diri dari pembinaan
ibadah ramadhan, yaitu :
1)
Mengendalikan
Lisan dari ucapan yang tidak dibenarkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya
Momentum
bulan suci ramadhan ini bertujuan untuk mendidik ke arah peningkatan kualitas
keimanan. Maka ukuran keberhasilan puasa kita bukan terletak pada berat badan
yang turun, tapi dengan bisakah kita mengendalikan lisan dari ucapan yang tidak
benar. Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan
dusta dan beramal dengannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan bahwa ia
hanya meninggalkan makanan dan minumannya.” [ HR. Ahmad, Bukhari, Abu Daud,
Trimidzi dan Ibnu Maah].
Dalam
kacamata iman, seorang muslim lebih baik diam saja daripada harus melontarkan
ucapan yang tidak baik dibenarkan, ini pula yang oleh masyarakat kita sebut
dengan “diam itu emas”, Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari
akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” [HR Bukhari dan Muslim].
2) Mengendalikan Nafsu Seksual
Allah
membolehkan tiap-tiap manusia untuk melampiaskan keinginan seksualnya itu,
hanya saja itu dibenarkan pada pasangan yang sah yaitu suami isteri.
Allah
SWT melarang adanya hubungan seksual bagi suami isteri pada siang hari dibulan
Ramadhan.
Suami
isteri yang halal saja dilarang, apalagi yang bukan ! karena zina merupakan sesuatu yang sangat
nista. “Dan janganlah kamu mendekati
zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan
keburukan” [Q.s Al-Isra : 32]
3) Mengendalikan nafsu makan dan minum
Makan
dan minum merupakan suatu kebutuhan. Lalu bagaimana cara mengendalikan
kebutuhan tersebut di bulan Ramadhan ?
Yaitu
dengan cara mengkonsumsi yang halal, baik dari sisi jenisnya dan cara
mendapatkanya.
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik
dari apa yang Allah telah izinkan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang
kamu beriman kepadanya.” [q.s. Al Maidah : 88]
Seorang
muslim jangan sampai makan dan minum secara berlebihan melebihi takaran. Dan
melalui ibadah puasa ini kita seharusnya mengendalikan diri. Bukannya saat
berbuka, kita memindahkan segala jenis makanan dan minuman yang ada di meja ke
dalam perut tanpa kendali.
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah
di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah swttidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [q.s. Al
A’raf : 31]
4) Mengendalikan Emosi
“Jika kamu sedang berpuasa, maka janganlah
berkata keji, jangan ribut (marah) dan jika ada seorang memaki atau mengajak
berkelahi, hendaklah diberi tahu : “saya berpuasa”. [HR Buhkari dan Muslim]
Ingatlah
kisah Ali bin Abi Thalib, ketika ia sedang berperang satu lawan satu dengan
orang kafir, musuhnya itu sudah jatuh tak berdaya. Namun ketika Ali hendak
membunuhnya justru orang itu meludahi wajah Ali yang sebenarnya membuat Ali
semakin marah. Akan tetapi Ali tidak jadi membunuh, bukan tidak mampu membunuh,
melainkan ia sangat khawatir bila membunuh bukan karena Allah tapi karena
amarahnya.

Komentar
Posting Komentar