PENUNDAAAN KESENANGAN
Oleh : Nuraini, Beswan ScholarsBazma Pertamina, Majelis Musyawarah Mahasiswa, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, TAFT COMMUNITY
Apa kamu pernah merasa susah ?
Nelangsa ?
Sendirian ?
Merasa payah ?
Baik saya balik pertanyaannya,,,
Apakah kamu pernah bahagia ?
Merasa orang paling beruntung di
dunia ?
Punya banyak teman ?
Penuh senang-senang ?
Aaah...
Apakah kamu punya mimpi ?
Pernah bermimpi menjadi orang sukses
?
Kamu tau ga, orang yang kamu anggap
sukses sekarang ini, dulunya pernah merasakan kepahitan ?
Pasti kamu tahu kan, banyak kisah
yang mungkin pernah sama-sama kita dengar atau pun kita baca sejarahnya, meski
diwaktu dan tempat yang berbeda.
Teringat kisah inspiratif yang pernah
diceritakan oleh salah satu dosen favorit saya di kampus. Sebetulnya tidak
ingat 100%, tapi akan sedikit saya bagi pada kalian..
Dikisahkan di salah satu negara
bagian Barat sana, .
Ada sebuah sekolah playgroup yang
melakukan survei & uji coba terhadap anak-anak playgroup tersebut.
Setiap anak di minta menunggu di
kelas sendirian oleh sang guru, hingga
gurunya datang kembali. sang guru berjanji, jika ia berhasil menunggu hingga
gurunya datang, ia akan mendapatkan dua buah Marshmallow. Padahal di dalam
ruang kelas tersebut sudah tersedia satu buah Marshmallow.
Apa yang terjadi pada setiap anak
tersebut ?
Ternyata ada dua tipe anak. Tipe satu, anak ini tanpa membuang
kesempatan dimakanlah sebuah marshmallow yang ada dihadapannya tersebut. Artinya
ia tidak akan bisa mendapatkan satu buah marshmallow lainnya yang dijanjikan
oleh gurunya tadi. Tipe dua, anak ini
ingat dan patuh akan perintah gurunya, dengan sabar ia menunggu dikelas selama
lebih dari dua jam, untuk menghindari rasa bosennya ia melakukan berbagai
kegiatan, mulai dari salto dikelas, guling-gulingan dan lain sebagainya. Ini dibuktikan
dengan adanya CCTV yang tertera dikelas. Artinya dengan kesabarannya ia
menunggu, ia pasti akan mendapatkan dua buah marshmallow dari gurunya.
Selang beberapa tahun kemudian,
ketika anak-anak tersebut tumbuh dewasa, dilakukan survey kembali kepada
mereka, ini terkait kondisinya saat usianya dewasa.
Dan apa yang terjadi, ?
Anak tipe satu dahulu, rata-rata
tidak memiliki nasib baik terhadap hidupnya. Sedangkan anak tipe dua dahulu,
memiliki prestasi yang baik, karier yang menjulang tinggi, dan menjadi
orang-orang sukses.
Apa hikmah dari kisah pendek ini ?
Sederhana, yaitu penundaan
kesenangan.
Bersabarlah jika ingin hasil yang
maksimal !
Semua masalah yang kamu temui,
katakanlah “ini adalah proses yang
menyenangkan”
Mengutip tausiah Solahudin Al Ayubi, “Aku memohon kekuatan, Tuhan memberiku
kesulitan-kesulitan yang menempaku hingga jadi kuat. Aku memohon kebijaksanaan,
Tuhan memberiku masalah yang mengasah kecakapanku mengurai persoalan. Aku
memohon kemakmuran, Tuhan memberiku modal tubuh dan otak untuk bekerja. Aku
memohon keberanian, Tuhan memberikan berbagai bahaya untuk aku atasi. Aku
memohon cinta, Tuhan memberiku orang-orang yang bermasalah untuk aku tolong.
Aku memohon berkah, Tuhan memberiku berbagai kesempatan. Aku tidak memperoleh
apa pun yang aku inginkan, tetapi mendapatkan segala yang aku butuhkan”
Semangat wahai diri, tulisan untuk
diri sendiri yang sedang payah
#Penundaan kesenangan ..

Mantap Jiwa....
BalasHapusMantapp kaa nun^^
BalasHapusBanyak belajar dari tulisan nuni
BalasHapus