Kursi yang Membantu
Oleh : Nuraini, Beswan ScholarsBazma Pertamina, Majelis Musyawarah Mahasiswa, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, TAFT COMMUNITY
Ah penatnya perjalanan. Hari yang cukup melelahkan baginya, dengan
setumpuk laporan yang harus dikerjakan. Dan masih saja ada segudang PR yang
harus dikejar. Baru saja dia pulang dari dinasnya, sesampainya dirumah suasana
berbeda, sepi dan hening.
Seperti biasanya ia mengucapkan salam, mengetuk dan membuka
pintunya. Ada yang berbeda, ah sangat berbeda ruang tamu rumahnya. Ada barang
baru, kursi itu menusuk matanya, kasur yang pindah dari ranjangnya tergeletak
di lantai menambah pedih matanya.
Pikirnya terpusat pada satu nama, dicarinya disekeliling
rumah, rupanya tak ada. Hingga tiada diminta, air mata keluar dengan
sendirinya. Tak lama kemudian, datanglah saudaranya memberi kabar kalo sang ibu
dibawa ke rumah sakit.
Adzan magrib berkumandang, ia menyegerakan membersihkan diri
dan sholat. Tangisnya makin deras, khayalnya semakin jauh, takut-takut ibunya
kenapa-kenapa.
Ba’da isya kakak iparnya datang ke rumah, memberi kabar kalo ibunya tidak dirawat, kondisinya sedang nunggu
hasil lap darah. Hampir satu jam ibu tak juga datang. Pukul sembilan terlihat
dari kejauhan ujung jalan, kursi roda berjalan menuju rumah, sang ibu tiba
dengan keadaan kepayahan.
Kursi roda itu barang baru di rumahnya, ditanya olehnya
“milik siapa kursi roda ini ?” kakak perempuannya menjawab “itu milik bapak
Bandung (tetangganya yang strok)”. “besok beli nung yang second mah, barang lima
ratus ribu mungkin ada” ujar kakaknya. “untuk sementara pinjam dulu saja, ga
selamanya ibu pakai kursi roda” punkasnya.
................................................................................
Teringat dua tahun lalu, hal serupa pun terjadi. Dalam
kondisi kepayahan sang ibu masuk IGD, sepekan di rawat inap di RSUD. Begitu pun
ia, sepekan pula menginap di RSUD untuk menunggui sang ibu.
Mahabesar Allah, rumah sakit adalah salah satu tempat yang
mengajarkannya untuk bersyukur, “maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan
?”
Dapat kita jumpai banyak orang dengan berbagai macam
penyakitnya, yang bergantung dengan tabung oksigen, bergantung dengan kabel
infusan, hingga yang bergantung dengan kursi rodanya.
Kursi roda itu sangat membantu bagi sebagian orang, bagi
sebagian orang lainnya sudah pasti orang sehat tidak mau duduk disitu. Yaa,
kursi itu bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
Apakah ibunya akan bergantung pada kursi roda ?

Semoga membawa hikmah utk kita semua, Aamiin
BalasHapus